Dua Faktor Penyebab Polusi Udara Dan Solusi Mencegahnya

 

Manusia merupakan faktor paling genting dalam menyebabkan polusi udara. Hal tersebut dikarenakan manusia dengan segala alat buatannya bisa menciptakan asap atau udara kotor lainnya sehingga membuat udara bersih menjadi tercemar. Padahal udara yang merupakan campuran gas adalah udara kering yang tidak mengandung bahan pencemar.

Dalam buku Aspek Kesehatan Pencemaran Udara (2011, halaman 11), Chambers dan Maters menyatakan bahwa pencemaran udara merupakan bertambahnya bahan atau substrat fisik atau kimia kedalam lingkungan udara normal yang mencapai jumlah tertentu hingga bisa dideteksi oleh manusia dan bisa mendatangkan efek pada manusia, binatang, vegetasi, dan juga material.

Polusi udara bisa berasal dari tiga hal yaitu atrisi, penguapan, dan pembakaran. Dari ketiga hal tersebut yang berdampak paling besar adalah pembakaran. Dikutip dari buku Pencemaran Udara (halaman 11) terdapat dua macam penyebab polusi udara, yaitu faktor manusia dan faktor alam.

Selengkapnya, simak ulasan mengenai dua faktor penyebab polusi udara dan solusi mencegahnya dibawah ini :

  1. Faktor Manusia

Faktor dominan yang menjadi penyebab polusi udara adalah kegiatan manusia, seperti asap industri. Proses pembakaran yang dilakukan pabrik buatan manusia menghasilkan asap beracun yang kemudian dilepaskan ke udara. Seperti misalnya pembangkit listrik dengan menggunakan batu bara yang bisa menghasilkan Partikel Oksida Sulfur (SO2) dan Nitrogen Oksida (NO2), yang mana kedua bahan tersebut bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia yang menghirupnya.

Kegiatan manusia lainnya yang bisa menyebabkan polusi udara adalah sebagai berikut :

  • Proses pemanasan yang dihasilkan dari pengolahan makanan seperti daging dan ikan.
  • Proses pembangunan yang menghasilkan asap dan debu.
  • Proses kimia seperti proses fertilisasi yang menghasilkan debu, uap, dan gas.
  • Asap kendaraan menjadi penyebab terbesar polusi udara.
  • Bahan radioaktif yang digunakan untuk percobaan nuklir dan bom. Bahan tersebut menghasilkan partikel-partikel debu radioaktif yang menyebabkan polusi udara.
  • Proses pertambangan dan penggalian yang menghasilkan debu dan emisi.
  • Proses pembakaran seperti pembakaran sampah, pembakaran hutan, maupun peleburan baja yang dilakukan dengan menggunakan api sehingga menghasilkan asap, uap, dan gas-gas.
  1. Faktor Alam

Selain manusia, alam juga bisa menjadi penyebab polusi udara. Hal tersebut terjadi secara alamiah tanpa ada campur tangan manusia didalamnya. Seperti misalnya letusan gunung berapi. Manusia tidak bisa membuat letusan gunung berapi, karena itu proses tersebut disebut sebagai faktor alam. Letusan gunung berapi menghasilkan abu vulkanik dan juga gas pencemar lainnya yang bisa mencemari udara.

Dampak dari letusan gunung tersebut tidak hanya berdampak pada polusi udara saja, namun juga berdampak pada kesehatan makhluk hidup dan menyebabkan anomali cuaca.

  1. Solusi Mencegah Pencemaran Udara

Solusi untuk mencegah polusi udara seperti yang dikutip dalam buku Solusi Sukses Belajar Biologi SMP/MTS (halaman 43), adalah sebagai berikut :

  • Memilih lokasi industri di lahan yang tidak produktif. Meski sepenuhnya tidak mampu mengurangi polusi udara, namun setidaknya hal tersebut bisa mencegah penduduk sekitar tidak merasakan dampak dari pencemaran udara yang dihasilkan pabrik.
  • Melengkapi pabrik dengan cerobong asap dan alat penyaring udara, serta meninggikan cerobongnya.
  • Memperbanyak menanam tumbuh pelindung disekitar lokasi industri maupun di sekitar rumah. Sebab tumbuhan mampu menghasilkan udara bersih dan menyerap udara kotor.
  • Menggunakan transportasi yang tidak menghasilkan asap sehingga ramah terhadap lingkungan, misalnya sepeda.
  • Melakukan proses produksi dengan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.
  • Mengubur sampah organis, serta mendaur ulang sampah nonorganik, sehigga terhindarnya pembakaran sampah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *